Kedua, aspek patient safety atau keselamatan pasien menjadi prioritas utama. Selama perjalanan, pasien dipantau oleh tenaga kesehatan terlatih yang didukung berbagai peralatan medis standar seperti oksigen portabel, suction portable, monitor tanda vital, kursi roda hingga stretcher.
Ketiga, pelayanan ini bersifat humanis dan proaktif karena rumah sakit hadir lebih dekat kepada masyarakat dengan memberikan perhatian khusus kepada pasien yang membutuhkan pendampingan ekstra.
“Sering kali keluarga pasien merasa khawatir ketika harus membawa pasien yang masih lemah atau menggunakan alat medis tertentu. Melalui MULIH SAE, kami ingin mengurangi kecemasan itu dan memastikan pasien tetap aman selama proses transportasi,” katanya.
Edukasi Langsung untuk Mendukung Pemulihan Pasien
Selain pelayanan transportasi medis, inovasi MULIH SAE juga memberikan edukasi langsung kepada keluarga pasien.
Tim kesehatan akan menjelaskan berbagai hal penting mulai dari pengobatan, pola makan, aktivitas yang diperbolehkan, hingga tanda-tanda bahaya yang perlu diwaspadai selama masa pemulihan di rumah.
Dengan demikian, keluarga tidak hanya menjadi pendamping, tetapi juga memiliki pengetahuan yang cukup dalam mendukung proses penyembuhan pasien.
Sistem Pelayanan Terintegrasi dan Mudah Diakses
Dalam pelaksanaannya, mekanisme pelayanan MULIH SAE dimulai dari proses identifikasi pasien oleh Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) maupun perawat.



