“Keterlambatan dari satu perangkat daerah akan berdampak pada proses konsolidasi secara menyeluruh. Kami harapkan tidak ada lagi keterlambatan dan seluruh data yang disampaikan telah melalui verifikasi internal yang cermat,” tegasnya.
Pemanfaatan SIPD-RI secara optimal juga menjadi perhatian dalam kegiatan ini. Dengan sistem yang terintegrasi, diharapkan dapat meminimalisir perbedaan antara data dalam sistem dan laporan manual.
Diikuti OPD, Kecamatan hingga Puskesmas
Kegiatan rekonsiliasi dilaksanakan selama dua hari dengan melibatkan berbagai unsur perangkat daerah. Pada hari pertama, Selasa (21/4), kegiatan diikuti 31 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada sesi pagi dan 32 kecamatan pada sesi siang.
Sementara pada Rabu (22/4), kegiatan dilanjutkan dengan 24 puskesmas pada sesi pagi serta 23 puskesmas dan Laboratorium Kesehatan Daerah pada sesi siang.



