“Kami sudah koordinasi dengan APH dan mereka terbuka. Jika data tidak sesuai, kami akan laporkan sesuai mekanisme,” jelasnya.
SETGAB juga berencana melakukan pengkajian mendalam untuk menemukan potensi kerugian negara.
ESDM Cianjur Bantah Menentukan Penerima Manfaat
Menanggapi tudingan tersebut, Arnold Mateus, Koordinator Energi dan Ketenagalistrikan Cabang Dinas ESDM Wilayah I Cianjur, membantah bahwa pihaknya menentukan penerima manfaat program.
Menurut Arnold, proses pendataan penerima berasal dari desa.
“Usulan datang dari desa melalui Usaha Desa. Kami hanya melakukan verifikasi dan mengeluarkan SK berdasarkan usulan tersebut,” jelasnya.
Ia memastikan bahwa data dari desa sudah tepat sasaran.



