“Pelayanan administrasi kependudukan saat ini tidak hanya dituntut cepat dan tepat, tetapi juga harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital yang terus berkembang,” ujar Neli.
Ia menjelaskan bahwa penelitian disertasinya bertujuan mengkaji secara mendalam efektivitas pelayanan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil di Kabupaten Cianjur, termasuk berbagai faktor yang memengaruhi kualitas layanan publik di bidang tersebut.
Inovasi Simpelaku Jadi Perhatian Penelitian
Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian dalam penelitian tersebut adalah inovasi Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Kependudukan Terpadu (Simpelaku) yang dikembangkan oleh Disdukcapil Kabupaten Cianjur.
Sistem berbasis digital tersebut dirancang untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses berbagai layanan administrasi kependudukan, mulai dari pengajuan dokumen hingga proses penerbitan dokumen kependudukan secara lebih cepat dan efisien.
Neli menilai inovasi tersebut menarik untuk dikaji secara akademis karena menjadi bagian dari transformasi pelayanan publik yang berorientasi pada kemudahan akses dan peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.
“Melalui penelitian ini kami ingin memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai kondisi pelayanan administrasi kependudukan, termasuk berbagai tantangan, kendala, serta peluang pengembangannya di masa mendatang,” katanya.
Bahas Tantangan dan Peluang Pengembangan Layanan
Dalam sesi diskusi, para peserta membahas berbagai aspek pelayanan administrasi kependudukan yang saat ini dijalankan di Kabupaten Cianjur.



