Menurutnya, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 secara umum berjalan dengan baik.
Para kepala sekolah dan panitia penerimaan murid baru dinilai telah memiliki pengalaman dalam mengelola sistem pendaftaran berbasis daring, sehingga kendala teknis yang sebelumnya sering terjadi dapat diminimalisir.
“Secara umum persiapan SPMB cukup baik dan tidak ditemukan persoalan yang krusial. Para kepala sekolah dan panitia sudah terbiasa dengan sistem pendaftaran daring yang saat ini juga didukung jaringan internet yang lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya,” katanya.
Kekurangan RKB hingga Toilet Layak Jadi Perhatian
Meski pelaksanaan SPMB berjalan baik, Komisi IV DPRD Cianjur menemukan sejumlah persoalan mendasar yang masih membutuhkan perhatian pemerintah daerah, khususnya dalam bidang sarana dan prasarana pendidikan.
Rustam mengungkapkan, masih terdapat banyak sekolah, terutama SMP negeri, yang mengalami kekurangan Ruang Kelas Baru (RKB).
Selain itu, sejumlah sekolah juga masih menghadapi keterbatasan ruang guru serta fasilitas toilet yang belum memenuhi standar kelayakan.
“Bahkan ada sekolah yang sudah memiliki toilet, tetapi tidak mempunyai sumber air. Tentu kondisi ini sangat mengganggu proses belajar mengajar,” ungkapnya.



