Bukan Islah Tapi Rapat Tabayun
Sama halnya dikatakan, Tim Investigasi Syuriah PCNU Kabupaten Cianjur lainnya, KH Deden Ali Asadulloh yang mengatakan, bahwa pelaksaanaan itu bukan Islah tapi rapat tabayun.
“Memang yang dianggap terkait itu diundang, dan memang diperdengarkan beberapa karena memang Syuriah pernah datang ke PBNU,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut poin per poin dibahas meskipun tidak semua masuk dalam pembahasan karena mungkin dengan keterbatasan waktu.
“Hanya pada kesimpulan pertemuan ada islah, makanya ini merupakan awal dari Islah dan memberikan tenggat waktu satu bulan, kalau dalam wakut 1 bulan yang terkait Islah, tapi kalau dalam satu bulan masih ada permasalahan belum selesai maka PB NU akan mengambil sikap,” ucapnya.
Sementara, kekecewaan dalam rapat tersebut terdapat dari para Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU).
Ketua MWC Pasir Kuda, M. Farhan Hudaya mengatakan, pada pertemuan tersebut sebetulnya tidak dikatakan tabayun. Hanya mendengarkan permasalahan saja.
“Jadi hanya sebatas mendengarkan permasalahan yang keluar dari Ketua PC NU Cianjur, dari Rois Syuriah, Mustasyar dari sekretaris dan yang lainnya,” katanya.
Menurutnya pada pertemuan tersebut, sebetulnya yang diundang diantaranya Ketua PCNU Kabupaten Cianjur, Ketua Rois, Mustasyar dan MWC karena pihak yang terkait saja.
“Yang menjadi heran pengurus harian pada datang, kami kecewa karena yang banyak bicara itu pengurus harian,” katanya.
Ia mengatakan, bahwa betul masalah islah pada waktu itu terjadi, namun Islahnya diberikan waktu selama satu bulan.
“Kalau ada permasalahan baru PBNU harus mengambil tindakan, jadi belum islah 100 persen karena dikasih syarat satu bulan,” katanya.
Dari para MWC Cianjur selatan sempat kecewa karena terbatasi pada saat memberikan pembicaraan. Keinginan dari para MWC untuk penggantian pengurus Tanfidziah NU Kabupaten Cianjur.
“Ada 18 MWC yang menandatangani itu, melihat dari dasar itu MWC menginginkan ada pergantian,” katanya.
Ketua MWC Kecamatan Cibinong, Herman Suherman mengatakan, pada dasarnya pengajuan dari 18 MWC tidak menghasilkan apa-apa dan tidak ada kepuasan.
“Tapi kami akan berusaha terus, kami juga menilai bahwa khususnya Ketua Tanfidziah NU sudah tidak layak menduduki jabatannya, apalagi sikapnya dari mulai arogan, akhlaknya, terus koordinasi dengan MWC yang dirasa kurang juga,” pungkasnya.
(Dkh/Rik)



