“Budaya organisasi menentukan apakah pelayanan publik dapat berjalan secara cepat dan tepat atau justru berjalan lambat. Karena itu aspek budaya organisasi tidak boleh diabaikan dalam penelitian maupun praktik pemerintahan,” ujarnya.
Ia mengingatkan agar birokrasi tidak terjebak dalam budaya kerja yang lamban dan kurang responsif terhadap kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Pendidikan Harus Lahirkan SDM Profesional dan Berkarakter
Pada bagian akhir pemaparannya, Prof. Yosy menekankan bahwa tujuan pendidikan tidak hanya menghasilkan individu yang cerdas secara akademik, tetapi juga mampu melahirkan sumber daya manusia yang profesional, inovatif, dan memiliki karakter kuat.
Menurutnya, kecerdasan tanpa kejujuran tidak akan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat maupun bangsa.
Karena itu, pembangunan karakter harus berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi dan inovasi.
Ia juga menjelaskan bahwa kebenaran ilmiah hanya dapat diperoleh melalui perpaduan antara data, teori, dan nalar yang logis. Ketiga unsur tersebut harus hadir secara bersamaan agar hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.
Melalui FGD tersebut, Prof. Yosy berharap penelitian disertasi yang tengah dilakukan mampu menghasilkan rekomendasi yang aplikatif dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan administrasi kependudukan di Kabupaten Cianjur.
Selain menjadi kontribusi akademik, hasil penelitian tersebut juga diharapkan dapat mendukung implementasi pemerintahan digital serta memperkuat reformasi pelayanan publik yang lebih efektif, modern, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (dkh)



