“Teori itu bukan sekadar pajangan dalam penelitian. Teori menjadi panduan dalam memahami hubungan sebab dan akibat sehingga peneliti dapat menemukan solusi yang tepat terhadap masalah yang diteliti,” katanya.
Prof. Yosy juga meluruskan pemahaman mengenai teori yang selama ini kerap disalahartikan. Ia menjelaskan bahwa teori dapat dipahami sebagai hubungan sebab-akibat, paradigma atau cara pandang, serta sebagai ilmu pengetahuan yang memiliki landasan ontologi, epistemologi, dan aksiologi.
Pelayanan Publik Adalah Tujuan Akhir Pemerintahan
Dalam perspektif Ilmu Pemerintahan, Prof. Yosy mengutip pandangan almarhum Prof. Taliziduhu Ndraha yang menempatkan pelayanan publik sebagai tujuan utama seluruh aktivitas pemerintahan.
Menurutnya, hakikat ilmu pemerintahan terletak pada hubungan antara pihak yang memerintah dengan pihak yang diperintah dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Apapun kajiannya, ujungnya harus pada pelayanan publik. Bagaimana masyarakat mendapatkan pelayanan yang cepat, tepat, dan berkualitas,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa kajian pemerintahan tidak hanya menjadi ranah Ilmu Pemerintahan, tetapi juga menjadi perhatian Administrasi Publik, Ilmu Politik, Hukum Tata Negara, hingga Sosiologi Pemerintahan.
Budaya Organisasi Menentukan Kualitas Pelayanan
Selain membahas teori dan metodologi penelitian, Prof. Yosy turut menyoroti pentingnya budaya organisasi dalam menentukan keberhasilan pelayanan publik.
Menurutnya, kualitas sumber daya manusia yang baik tidak akan menghasilkan pelayanan optimal apabila tidak didukung budaya organisasi yang sehat dan responsif.
Ia menilai budaya kerja memiliki pengaruh besar terhadap kecepatan, ketepatan, serta kualitas pelayanan yang diterima masyarakat.



