Dikatakan Ade, Kegiatan dengan mengambil tema Refleksi akhir tahun RMI – NU dalam memahami UU dan Perda Pesantren ini, kiranya dapat menguatkan tali silaturahmi Pesantren NU hingga meningkatkan peran pesantren pasca covid-19.
Ade berharap kepada Pimpinan Ponpes dan seluruh ketua serta Lembaga Banom NU dapat memahami UU dan Perda Pesantren secara utuh sehingga Pondok Pesantren lebih siap dalam menghadapi tantangan di era 4.0.
Staf Ahli Gubernur Jabar H. Toto Mohamad Toha bidang kemasyarakatan dan SDM mengatakan bahwa visi Pemerintah Provinsi Jawa barat juara lahir batin memiliki makna keberhasilan pembangunan secara fisik dan rohaniah. salah satu misi terkait pembangunan rohaniah, yaitu membentuk manusia pancasila yang bertakwa melalui peningkatan peran mesjid dan tempat ibadah sebagai pusat peradaban.


