“Keberhasilan kebijakan ini tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi semua unsur agar tujuan yang ingin dicapai benar-benar terwujud,” demikian semangat yang menjadi dasar pelaksanaan kegiatan tersebut.
Kebijakan ini juga sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Cianjur yang menempatkan nilai religiusitas sebagai salah satu fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.
Pendidikan keagamaan dipandang tidak hanya sebagai pelengkap pendidikan formal, tetapi juga sebagai kebutuhan mendasar dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak mulia dan memiliki ketahanan moral di tengah perkembangan zaman.
Perkuat Koordinasi dan Pemahaman Teknis
Melalui forum sosialisasi tersebut, para peserta diharapkan memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai mekanisme penerapan kebijakan, bentuk dokumen yang diperlukan, peran masing-masing lembaga, serta strategi pendampingan kepada masyarakat.
Langkah ini dinilai penting untuk menghindari kesalahpahaman dalam pelaksanaan kebijakan sekaligus memastikan seluruh satuan pendidikan memiliki pemahaman yang sama terkait ketentuan yang berlaku.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah koordinasi lintas sektor guna memastikan seluruh lembaga MDTU dan TPQ di Kabupaten Cianjur dapat mendukung implementasi kebijakan secara optimal.
Perkuat Ekosistem Pendidikan Religius
Pemerintah Kabupaten Cianjur berharap kebijakan ini mampu memperkuat ekosistem pendidikan yang tidak hanya menghasilkan generasi cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, berakhlak mulia, dan menjunjung tinggi nilai-nilai agama.



