Menemuai hambatan dan Pernasalahan dilapangan..!
Pendampingan ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana capaian program tersebut, apakah pelaksanaannya menemui hambatan atau permasalahan di lapangan, dan apa upaya ke depannya.
Sejauh ini, permasalahan utama dalam program cek kesehatan gratis masih berkisar pada ketersediaan reagen laboratorium.
“Usulan kita untuk bahan-bahan laboratoriumnya sampai sekarang belum dikirim oleh pusat, itu menjadi masalah,” ungkap dr. Yusman.
Selain itu, masalah sumber daya manusia (SDM) juga menjadi tantangan. Dengan 2,6 juta penduduk yang dilayani, SDM yang tadinya cukup kini harus ditambah untuk melayani program kesehatan gratis yang menjangkau jumlah lebih besar.
Target Dinkes Cianjur untuk tahun ini adalah melayani sekitar 500.000 orang melalui cek kesehatan gratis. Sasaran dimulai dari yang mudah seperti anak sekolah, karena petugas dapat dengan mudah mendatangi sekolah untuk melakukan pemeriksaan. Selain itu, layanan juga dibuka pada pertemuan-pertemuan dengan jumlah besar, event atau kegiatan yang mengundang banyak orang, dan setiap hari di Puskesmas.
“Harapannya apabila tahun ini semua bisa terpenuhi, terutama reagen laboratoriumnya dan beberapa alat kesehatannya, masyarakat bisa kita punya perencanaan untuk mendeteksi penyakit-penyakit di masyarakat,” jelas dr. Yusman.
Program lain yang menjadi fokus pendampingan adalah UHC prioritas. Namun, dr. Yusman menyampaikan adanya penonaktifan peserta PBPUJK (Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan) dari Kementerian Sosial sebanyak 126.000 orang, sehingga jadwal peluncuran UHC prioritas mundur menjadi bulan Agustus..
“Itu juga menjadi konsen yang kita ingin didampingi oleh Kejaksaan karena uang yang kita belanjakan di sana, ke BPJS itu besar, itu hampir sekitar ada Rp190 miliar sampai Rp150 miliar di sana itu hanya bulan Agustus sampai Desember, lima bulan,” papar dr. Yusman.
Ia memperkirakan, untuk tahun berikutnya (Januari hingga Desember), anggaran bisa mencapai Rp400 miliar.
UHC prioritas di Cianjur menargetkan jumlah kepesertaan 98,6% dengan keaktifan 80%. Artinya, semua penduduk akan ter-cover.
Apabila ada yang tidak aktif setelah UHC prioritas berjalan, mereka dapat didaftarkan dalam waktu 1×24 jam secara gratis. Begitu juga bagi penduduk yang tidak memiliki BPJS, bisa didaftarkan gratis dalam 1×24 jam.
Terkait jumlah penduduk, dr. Yusman menyebutkan bahwa pada semester 1 tahun 2025, jumlah penduduk Cianjur mencapai sekitar 2,7 juta jiwa (2.690 sekian).



