“Penelitian ini mudah-mudahan menjadi semacam chemistry bagi perkembangan konvergensi teknologi di Indonesia. Harapannya, Indonesia dapat terus meningkatkan kualitas governansi digitalnya sehingga mampu memberikan pelayanan publik yang semakin efektif dan partisipatif,” ungkapnya.
Ilmu Pemerintahan Berfokus pada Relasi Pemerintah dan Masyarakat
Lebih lanjut, Prof. Nandang menjelaskan bahwa ilmu pemerintahan memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan disiplin ilmu lainnya.
Menurutnya, fokus utama ilmu pemerintahan bukan hanya pada efektivitas organisasi atau sistem birokrasi, melainkan pada hubungan antara pemerintah sebagai pihak yang memerintah dan masyarakat sebagai pihak yang menerima pelayanan.
Keberhasilan suatu kebijakan publik, kata dia, sangat bergantung pada kualitas hubungan tersebut.
“Ilmu pemerintahan memiliki ciri khas adanya relasi antara yang memerintah dan yang diperintah. Jadi bukan hanya berbicara soal teknologi atau manajemen organisasi semata, tetapi bagaimana teknologi itu mampu membangun interaksi dan kepercayaan antara pemerintah dengan masyarakat,” jelasnya.
Karena itu, penelitian mengenai pelayanan administrasi kependudukan dinilai memiliki nilai strategis karena tidak hanya mengukur efektivitas teknologi yang digunakan, tetapi juga menilai sejauh mana masyarakat dilibatkan dalam proses pelayanan.
Partisipasi Masyarakat Jadi Unsur Kebaruan Penelitian
Dalam forum diskusi tersebut, hadir berbagai unsur pemangku kepentingan mulai dari jajaran Pemerintah Kabupaten Cianjur, akademisi, organisasi masyarakat, hingga perwakilan lembaga swadaya masyarakat.
Menurut Prof. Nandang, keterlibatan berbagai pihak sangat penting untuk memperkaya perspektif penelitian sekaligus memastikan bahwa layanan administrasi kependudukan benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat.



