Material andesit tercatat mengalami defisit sekitar 56 persen, dengan pasokan sekitar 4 juta ton, sementara kebutuhan mencapai 10 juta ton.
Sementara itu, komoditas sirtu mengalami defisit sekitar 53 persen, dengan pasokan sekitar 2 juta ton dari kebutuhan lebih dari 3 juta ton.
Kondisi yang lebih mengkhawatirkan terjadi pada komoditas pasir dan tanah urug.
Pasokan pasir hanya sekitar 420 ribu ton dari kebutuhan sekitar 3 juta ton, sehingga mengalami defisit hingga 83 persen.
Sedangkan tanah urug menjadi komoditas dengan kesenjangan tertinggi. Pasokannya hanya sekitar 480 ribu ton, sementara kebutuhan mencapai 13 juta ton, atau mengalami defisit sekitar 97 persen.



