
“Silahkan tanya Rois data mana yang saya manipulasi, atau silahkan datang ke Mahkamah Konstitusi NU,” tutur Deden. Lebih lanjut, Deden mengungkapkan, Choirul Anam yang seharusnya berperan sebagai Mustasyar malah bertindak seperti oposisi.
Deden menyebut, tindakan yang dilakukan Choirul Anam tidak sebanding dengan perannya saat masih menjabat di Tanfidziyah
PCNU waktu itu.
“Dia selalu membanggakan perjalanannya, tapi sebenarnya apa yang dia katakan itu pernah dia lakukan?” ujar Deden.
Selain itu, menanggapi keterlibatan dalam politik menjadi tim sukses dan melakukan berkampanye saat Pilpres, Deden menegaskan bahwa dia tidak membawa NU, melainkan hanya sebagai Pimpinan Ponpes Al Itisom, dan sebagai warga negara Indonesia, dan itu dilakukan di rumahnya.
“Berbeda dengan dia yang dulu kampanye terang-terangan membawa gerbong NU digiring mendukung dan mensukseskan pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati pada Pilkada waktu itu,” tandas Deden.



