Jaga Cianjur sebagai Kota Santri
Menurut Djoko, operasi ini adalah upaya serius pemerintah daerah menjaga Cianjur tetap menjadi kota religius.
“Cianjur dikenal sebagai kota Sugi Mukti, gudangnya santri. Maka, kegiatan ini adalah ikhtiar untuk mengikis hal-hal negatif di masyarakat,” jelasnya.
Djoko menegaskan bahwa pemberantasan prostitusi tidak hanya sebatas penertiban, melainkan juga edukasi agar masyarakat tidak terjerumus dalam praktik yang melanggar norma agama, etika, dan hukum.
“Masih banyak cara mencari nafkah halal tanpa menggadaikan martabat. Kami berharap ini menjadi efek jera sekaligus bukti pemerintah serius menindak penyakit masyarakat,” pungkasnya.
Dengan adanya operasi rutin ini, Pemkab Cianjur berharap tercipta lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan bebas dari praktik prostitusi maupun penyakit masyarakat lainnya.(dkh/rik)



