Pendampingan Tim Medis.!
Wahyu menambahkan, selama masa pelatihan, para siswa akan mendapatkan fasilitas dan layanan yang lengkap, termasuk pemeriksaan kesehatan awal, pendampingan tim medis dan psikolog
yang selalu siap, serta dukungan dari berbagai pihak seperti Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, mengatakan bahwa meskipun program ini bertepatan dengan masa ujian, kegiatan belajar siswa tetap menjadi prioritas.
“Kami telah menyiapkan guru-guru dari sekolah terdekat untuk memberikan pelajaran di lokasi pelatihan setiap pagi hingga siang hari,” jelasnya.
Setelah masa pembinaan di barak berakhir, para siswa akan dikembalikan kepada orang tua dan sekolah untuk kemudian dipantau perkembangannya selama lima bulan lebih.
Ruhli menegaskan Pemerintah Kabupaten Cianjur menanggung seluruh biaya program ini, yang saat ini masih dalam tahap pilot project dan belum melibatkan peserta perempuan.
Ruhli berharap, program ini dapat menjadi model efektif dalam mengatasi persoalan kenakalan remaja di Kabupaten Cianjur. (dkh/rik)



